Sejarah Desa

Berdasarkan cerita dari orang-orang tua dan pemangku-pemangku adat di Nagari Kurnia Koto Salak telah dihimpun berbagai informasi dan dirangkum menjadi sejarah Nagari Kurnia Koto Salak.

Sejarah Desa

            Berawal dari kedatangan Warga Transmigrasi Nasional dan lokal Sumatera Barat dan Jawa tengah di kabupaten Sawahlunto Sijunjung Kecamatan Koto Baru,  pada tanggal 5 Mei tahun 1979 sebanyak 4 Blok yaitu, Blok a, Absen, Blok B dan Blok C atau sering di sebut Sitiung III, Pada saat itu warga mendapatkan Lahan Pekarangan seluas ¼ Ha, dan alat-alat Pertanian seperti Sabit Cangkul, Parang dll dan dipimpin oleh Kepala Proyek sebagai Penggarap Transmigrasi selama 4 tahun. Pada Tahun 1981 Warga Transmigrasi Sitiung III mendapat Lahan Usaha 1 seluas 1 Ha, selanjutnya pada Tahun 1984 dibentuklah Nagari yang dipimpin oleh Wali Nagari di setiap Blok yang ada di sitiung III, dan pada saat itu Wali Nagari yang menjabat di Nagari Kurnia Siat (Blok A Kurnia) adalah M. Safii, Nagari Kodrat (Blok A Absen) Lenggang Dunia, Nagari Mulia Bakti (Blok B) Sugiyono, Nagari Cahaya Murnia (Blok C) Mulyono.

            Dengan situasi dan kondisi pemerintah orde baru Nagari menjadi desa-desa, sistim pemerintahan dikepalai oleh Kepala Desa. Dengan adanya surat dari Kabupaten  untuk kembali Kenagari Pada tahun 1987 sistem Pemerintahan di Sumatera Barat beralih kembali ke Pemerintahan Nagari menjadi Desa, sehingga dipilih Kepala Desa disetiap Blok dan pada masa itu yang menjadi Kepala Desa di Desa Kurnia Siat M. Hasim, Desa Kodrat Lenggang Dunia, Desa Mulia Bakti Sugiyo, Desa Cahaya Murni Mulyono dan menjabat Kepala desa samapi Tahun 1990, setelah itu di adakan pemilihan Kepala Desa Baru untuk menjadi Kepala Desa di Sitiung III dan terpilihlah Desa Kurnia M. Nasir Monti Marajo, Desa Kodrat Sarimo, Desa Mulia Bakti Adi Yanto, Desa Cahaya Murni Sunarto. Pada Tahun 1999 berakhir masa jabatan Kepala Desa, di adakan pemilihan kembali, dan terpilih Kepala Desa  Kurnia Sukadi, Kodrat Karsidi,Mulia Bakti Adi Yanto, Cahaya Murni Sunarto.

 Pada tahun 1997 di Desa Kurnia terdapat 14 Suku di antaranya :

  1. Suku Caniago Sungai Baye
  2. Suku Patopang
  3. Suku Melayu Ayik Itam
  4. Suku Piliang Ranah Nan Panjang
  5. Suku Malayu Keluwai
  6. Suku Mandailiang
  7. Suku Caniago Agam
  8. Suku Caniago Batang Piruko
  9. Suku Caniago Koto
  10. Suku Melayu Koto
  11. Suku Melayu Koto Tinggi
  12. Suku Piliang
  13. Suku Suku Melayu Tigo Nini
  14. Suku Piliang Saligandi

             Suku-suku di Nagari Kurnia Koto Salak terbentuknya setelah ada persetujuan dari urang gadang Lareh Siek Nagari Kurnia Koto Salak sesuai dengan pepatah Ayam Bainduak Sarai Barumpun Tagak Basitumpua inggok nan Sacangkam yang mana Penobatan Ninik Mamak Desa Kurnia  sebanyak 17 Ninik Mamak pada tahun 1987 di Balai Desa Kurnia  oleh urang gadang Koto Salak yaitu SAHER DT BANDARO RADEN yang menjabat pada saat itu, dan dihadiri oleh  Ketua LKAM Kabupaten dan Ketua KAN Kecamatan Koto baru dan pemerintahan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Kecamatan Koto Baru.

            Pada Tahun 2002 terjadi perubahan kembali ke Nagari, maka di musyawarahkan seluruh Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Ninik Mamak untuk di Sitiung III di jadikan I  Nagari. Pada tanggal 11 Mei 2002 Kepala Desa mengadakan musyawarah seluruh tokoh masyarakat,  Ninik Mamak, alim ulama, cadiak pandai dan Pemerintahan Desa yang ada di Sitiung III tentang Kembali Ke Nagari dan Nama Nagari apa yang akan di pakai untuk Nagari tersebut. Setelah  diadakan Rapat dan disepakatai seluruh pemuka masyarakat Desa di Sitiung III maka diadakan lagi Pertemuan dengan Orang Lareh Batang Siat/ Urang Gadang Lareh Siek di koto Salak.

            Sehingga pada tanggal 5 Juni 2002 Kepala Desa membawa pemuka masyarakat dan ninik mamak yang ada di  Sitiung III ke Urang Gadang Lareh Siek di koto Salak untuk musyawarah  pembahasan Bakal Nama Nagari Yang di Usulkan, dan pada saat itu ada 3 nama Nagari yang di usulkan yaitu :

  1. Nagari Kurnia Siat
  2. Nagari Kurnia Koto
  3. Nagari Kurnia Koto Salak

            Dari ketiga nama tersebut mendapat kesepakatan bersama bahwa Nama Nagari Kurnia Koto Salak di jadikan Nama Nagari dengan berdasarkan Transmigrasi sitiung III adalah Wulayat dari Desa Koto Salak sehingga kesepakatan bersama Pemuka Adat Desa Koto Salak  terbentuklah Nagari Kurnia Koto Salak yang dipilih sebagai Nama Nagari di Sitiung III, dan nama Nagari tersebut dicetuskan oleh H.M. NASIR MONTI MARAJO

            Pada Tahun 2007 Kembali Ke Nagari, Sitiung III menjadi 1 Nagari dan 4 Jorong dan di pimpin oleh Kepala Jorong yaitu Jorong Kurnia Yanuar MS,  Jorong Kodrat M. Sirin SW, Jorong Mulia Bakti Jazuri, Jorong Cahaya Murni Zainal. Pada saai itu mendapat kesepakatan semua Jorong bahwa di jorong Kodrat akan di bentuk Ninik Mamak sebanyak 9 Orang, dan kumpullah seluruh Ninik Mamak yang ada di Kurnia untuk membentuk 9 Datuk di Kodrat diantaranya :

  1. Herman Dt. Bagindo Itam Suku Patopang
  2. Effendi Dt. Timbang Kabasaran Suku Piliang
  3. Pangki Dt. Paduko Sati Suku Melayu
  4. Jamalis Dt. Sinaro Kuniang Suku Caniago
  5. Nepolion Dt. Bandaro Basa Suku Piliang Iradat
  6. Arwendi Dt. Sinaro Mudo Suku Patopang Rumah Nan Gadang
  1. Mulkhairi Dt. Jo Pangulu Suku Caniago Koto
  2. Harmaini Dt. Paduko Kayo Suku Melayu Itam
  3. Rayen Ofli Dt. Malin Palito Suku Caniago Agam

Dan diresmikan pada tahun 2008 di Balai Desa Kodrat dan dihadiri oleh urang gadang lareh siek, ninik mamak Koto Salak dan di tetapkanlah Gelar Datuk Tersebut.

Pada  Tahun 2008 terjadilah kembali pemekaran Nagari menjadi dua Nagari yaitu Nagari Kurnia Koto Salak dan Nagari Kurnia Selatan. Terbentuknya Nama Nagari Kurnia Selatan adalah dikarenakan wilayah nya terletak di sebelah Selatan dari Nagari Kurnia Koto Salak. Nagari Kurnia Koto Salak terdiri dari delapan Jorong yaitu : Jorong Rahmad, Jorong Taufik, Jorong Hidayah, Jorong Koto Indah, Jorong Iradat, Jorong Inayah, Jorong Tawakal dan Jorong Khasanah.

Kurnia Koto Salak punya rumah gadang yang berada di Nagari Koto Salak di Kurnia Koto Salak Alhamdulillah  sudah di bangun balerong yang di tempatkan di Kurnia Koto Salak yang mana struktur Kerapatan Adat Nagari (KAN) masih dibawah kepemimpinan dari Urang gadang Lareh Siek yang pada saat ini dijabat oleh NASARUDIN DT MAJO BESAR.

 

Silsilah Wali Nagari

H. M. Nasir Monti Marajo

Wali Nagari Periode
2002 – 2010

H. M. Yunus Dt. Mhj. Besar

Wali Nagari Periode
2010 – 2016

H. M. Nasir Monti Marajo

Wali Nagari Periode
2016 – Sekarang